Tampilkan postingan dengan label natal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label natal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Desember 2015

Identik Dengan Akhir Tahun

Sudah di penghujung tahun 2015, beberapa pristiwa suka dan duka telah terjadi. Bersukur adalah awal yang baik untuk melewati tahun 2015 dan memulai tahun baru 2016. Nafas masih terasa, maka semangatpun haruslah semakin berkobar. Setiap akhir tahun pasti ada yang identik di momen ini, berikut beberapa hal yang kerap terjadi (ada) disetiap akhir tahun.

1. Kaleidoskop

kaleidoskop disini mengandung arti yakni aneka peristiwa yang telah terjadi yang disajikan secara singkat. Sehingga sangat jelas pemakaian istilah kaleidoskop diatas mengacu pada rekaman peristiwa yang diringkas menjadi lebih singkat dan padat. Rekaman peristiwa itu adalah rangkaian kejadian dari waktu ke waktu yang terarsipkan baik dalam bentuk teks, gambar atau foto dan video. TV Swasata di Indonesia, berita, media sosial juga menjadikan kaleidoskop sebagai gambaran peristiwa yang dilalaui setahun.

Membahas tentang kaleidoskop di penghujung tahun 2015 ini, apakah teman-teman sudah gambaran peristiwa setahun ini? Dan apa akan masih sama untuk tahun 2016? Atau mengalir saja seperti air? (Hehehehe).

2. Natal dan Tahun Baru

Bulan Desember merupakan bulan terakhir setiap tahunnya, maka spesial untuk liburnya Natal dan Tahun baru. Hiasan pun menyemarakan bulan ini dengan ornamen-ornamen Natal (pohon Natal, Sinterklas, Salju, Rusa Kutub, dll) dan Tahun baru (terompet, kembang api, mercun,dll). Maupun spanduk ucapan selamat Natal dan Tahun baru di jalan-jalan, pasar, Mall, sampai di dalam rumah. 

3. THR (Tunjangan Hari Raya) / Bonus

Spesialnya bagi para pegawai yang bekerja di sejumlah perusahaan swasta atau institusi tertentu, akhir tahun adalah saatnya menerima gaji ke-13 alias bonus. Bagi karyawan yang Kristiani menerima tambahan uang tersebut sebagai pesangon membeli diluar kebutuhan sehari-hari yang serba baru seperti : baju baru, tas baru, sepatu baru dan makanan untuk bersama keluarga atau teman-teman. Malahan ada langgganan toko atau grosir yang memberikan kado akhir tahun seperti cemilan dan minuman ringan.

4. Diskon

Pusat akhir tahun banyak dipadati adalah tempat perbelanjaan, maka banyak toko-toko, grosir, Mall memberlakukan diskon untuk menarik sebanyak-banyaknya para konsumen untuk berbelanja di tempat mereka. Jika tidak bisa dengan uang tunai, kredit pun jadilah asalkan dapat diskon. (Heheheehehe)

5. Berkumpul Bersama

Menjelang akhir tahun dihabiskan bersama-sama dengan orang yang terkasih, mudik (pulang kampung) atau mengunjungi rumah kerabat. Berkumpul dengan keluarga di rumah atau berlibur bersama-sama ke suatu tempat. Kurang lengkap rasanya jika akhir tahun tanpa berkumpul bersama-sama.

6. Makan-Makan

Makan bersama-sama saat Natal dan Tahun Baru merupakan momen yang sangat disenangi, karena selain dapat mengisi perut dengan beraneka ragam makanan juga dapat mempererat persaudaraan dan persahabatan. Sambil makan-makan dapat berbagi bercerita tentang pengalama-pengalaman dan rencana-rencana yang akan dijalani di tahun baru.

7. Begadang

Hal begadang ini merupakan yang paling menarik bagi tidur cepat pada hari biasanya, di hari biasanya tidur dibawah jam 10 malam. Namun momen akhir tahun rasanya merdeka dapat melalui detik-detik penghujung tahun dan memasuki detik-detik awal tahun. Ada yang keliling-keliling kota, menonton siarang langsung (live) bersama dan lainnya.


Menurut Saudara/i mana yang lebih sering Anda lakukan di saat penghujung Tahun? Atau masih ada yang belum tersebutin? (Silahkan tambahkan ya....)

Selasa, 29 Desember 2015

Ada Santa Claus Menjadi Anggota Dewan?

Memiliki kumis dan janggut panjang berwarna putih, Santa Claus, memiliki penampilan mirip dengan tokoh legendaris Santa Claus, yang terkenal dermawan dan suka membagi-bagikan hadiah kepada anak-anak.
Sekarang Santa Claus telah anggota dewan kota Kutub Utara, Alaska, Amerika Serikat (AS). Ia pun menyapa para pemilihnya melalui akun Facebooknya "Saya mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang memilih saya ... Dan semua yang mendukung kampanye saya dan Saya akan melakukan yang terbaik untuk semua!"

Di hari Selasa, Santa Claus dipilih oleh masyarakat berpopulasi 2200 orang untuk menjadi anggota dewan kota dengan masa jabatan tiga tahun. Ia telah mengadvokasi undang-undang dan layanan yang menguntungkan bagi anak-anak berisiko.
Santa Claus, secara hukum mengubah namanya dari Thomas Patrick O'Connor sekitar satu dasawarsa (10 Tahun) lalu ketika ia masih tinggal di Nevada

Mungkinkah adakah Santa Claus menjadi anggota dewan di Indonesia? 

Pasti mungkin terjadi, namun mungkin dalam nama dan sosok orang yang berbeda namun semangat sama, yaitu : Memberikan yang terbaik untuk anak-anak Indonesia. Karena ternyata sekarang ini masih banyak juga para pemerhati anak, namun belum dapat terjun langsung ke ranah politik. Mari Dukung mereka-mereka para pemerhati anak agar kelak bisa memberikan layanan yang terbaik buat putra-putri kita, Indonesia.

Kamis, 24 Desember 2015

Selamat Natal Dan Tahun Baru

Inkulturasi mengucapkan "Selamat Natal Dan Tahun Baru"

Sebagai  kado Natal Dan Tahun Baru, Inkulturasi mempersembahkan beberapa video rohani dan animasi di hari spesial ini. 

Semoga terhibur dan selamat menikmati...

  • NATAL PART II


NATAL PART I

DISAYANG TUHAN

 SALAM MARIA
  
 
AVE MARIA


ANIMASI NATAL


POHON CEMARA


NATAL DI BETLEHEM

SALJU SAAT NATAL

Selasa, 22 Desember 2015

Xmas Atau Christmas?

Saya, saudara, teman, kenalan dari dahulu sering memberikan ucapan Natal menggunakan kata "Xmas" dalam  kartu ucapan, sms, telepon, atau di jejaring sosial. Namun belakangan ini Saya juga melihat komentar atas penyebutan Xmas itu ternyata kurang baik. Dengan pernyataan mereka sebagai berikut :

Penyebutan X-mas itu di buat oleh mereka yang tidak percaya pada Yesus Kristus (Jesus Christ) sehingga kata “Christ” pada Christmas mereka ganti dengan kata “X” karena mereka tidak ingin mengucapkan nama Yesus. Inilah perbedaan akan mereka yang merayakan natal tapi tidak ingin percaya pada Yesus dengan kita yang percaya akan kelahiran Juruselamat. Ini juga berdampak pada penyebaran injil yang salah.

Mat 10:32 “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Jika kita sudah tahu hal ini, janganlah kita mengikuti kebiasaan mereka yang salah. Hal simple namun mempunyai dampak yang besar. Sebarkan agar mereka tahu di balik natal yang sesungguhnya ada nama “Christ” yang tidak dapat digantikan dengan apapun.

Waduh... hati saya merasa serba-salah "membaca penjelasan" tersebut, Saya menjadi merasa bersalah selama ini dengan mengikuti yang salah.

Saya pun mencari kebenaran atas penyebutan "Xmas" adalah "salah", agar dikemudian hari Saya tidak kembali menggunakannya

Akhirnya...
Saya menemukan beberapa artikel yang menyatakan bahwa penyebutan "Xmas" TIDAK SALAH dan "Ayat Mat 10:32 " TIDAK NYAMBUNG". 

Penjelasan

Bahwa kedua versi penebutan "Xmas" dan "Christmas" tersebut sama benarnya. Pada masa sekarang, sebagian orang menggunakan kata “Xmas” untuk mengurangi kesan religius, namun demikian asal kata tersebut sangat Kristiani.
  •  X = Xristo (Christos)

Pada Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. “Xristos” adalah kata Yunani untuk Christos atau Kristus dalam alfabet Romawi. "Kristus" sendiri artinya "Mesias" atau "Yang Diurapi". Jadi, X adalah singkatan yang tepat bagi Kristus. Gereja Perdana seringkali menggunakan X Yunani sebab X merupakan sandi rahasia yang mereka gunakan untuk mencegah orang luar mengenali identitas mereka.
  • Mass (Misa)
“Christmas” adalah kata yang amat mengagumkan. Artinya “Christ's Mass” atau “Misa Kristus”. Pada abad pertengahan gereja-gereja akan memasang sebuah penanggalan di pintu masuk gereja. Penanggalan tersebut menunjukkan perayaan-perayaan serta pesta-pesta wajib gereja, yaitu hari di mana umat wajib menghadiri Misa seperti pada hari Minggu. Huruf-huruf “mas” (“misa”) seringkali ditambahkan pada akhir nama perayaan atau nama santo/santa (orang kudus) yang pestanya sedang dirayakan. Sebagai contoh: perayaan St. Mikhael (29 September) disebut Michaelmas (Misa St. Mikhael). Perayaan kelahiran Yesus disebut Christmas atau Misa Kristus.

“Mass” atau misa berarti “misi”, jadi kita diutus untuk mewartakan kabar sukacita tentang kedatangan Sang Juruselamat. Kita sama seperti para gembala yang mewartakan kabar sukacita ke seluruh penjuru negeri.

Jadi pada mulanya “X-mas” bukanlah bermaksud untuk mengeluarkan Kristus dari Natal tapi merupakan kependekan dari “Christ”-mas. Bukan berasal dari agenda modern sekular, tapi kebiasaan dari Kristen kuno dalam mempresentasikan nama Tuhan kita dengan monogram Yunani.

Salam, Selamat Menyambut Natal

May the good times n treasures of present bcome the golden memories of tomorrow. Wish u lots of love, joy, happiness. Merry x-mas.

I wish you for an unforgetable X-Mas this year ~ May its spirit be your truly Graceful Guidance to reach love and dreams. Merry Christmas.

http://www.crossroadsinitiative.com/library_article/999/Is_X_mas_an_attempt_to_take_Christ_out_of_Christmas_.html

Senin, 21 Desember 2015

Menyambut Atau Merayakan Natal?

Peristiwa Natal mengingatkan kita kembali untuk ‘hidup sebagai keluarga Allah". Dimana umat Kristiani merayakan kelahiran sang juru selamat umat manusia. Oleh sebab itu umat kristen perlu melakukan persiapan rohani, karena yang akan disambut adalah Mesias (penebus dosa manusia). 

Dalam hal persiapan rohani selain untuk menyambut kelahiran Tuhan untuk menebus dosa-dosa manusia, persiapan rohani ini juga untuk mengingatkan manusia menyambut Tuhan yang akan datang suatu hari kelak untuk mengadili orang hidup dan yang mati. Yang mana juga umat Kristen diwajibkan belajar mengenali kehadiran-Nya melalui peristiwa-peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

Kata "Adven" berasal dari bahasa Latin yaitu : Adventus, yang artinya (datang). Dalam gereja Katolik masa Adven ini disebut juga Masa Persiapan (penantian). Umat dalam dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan, persiapan rohani tersebut yaitu pertobatan (masa pertobatan). Hal ini tertuang dalam Katekismus Gereja Katolik, yang isinya sebagai berikut : 
"Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias. Dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua". (KGK 524).
Tradisi kalender liturgi katolik menyatakan dengan sangat jelas bahwa sebelum tanggal 25 Desember tidak ada “perayaan Natal”. Bahkan misa meriah tanggal 24 Desember pun biasa disebut “Malam Natal” (vigili natalis). Itu berarti, hari-hari sebelum tanggal 25 Desember masih berada dalam suasana Advent yang identik dengan masa-masa pertobatan.

Dengan demikian gagasan ini mengaju pada satu jawaban tegas  "sebaiknya merayakan Natal setelah tanggal 25 Desember. Maka dengan sangat jelas apa itu masa Adven! Bagaimana mau pesta Natal di masa Adven?

Alasan mengapa umat merayakan Natal sebelum 25 Desember 

Beberapa alasan yang sering dipakai umat untuk merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember : 
  1. Kalender Nasional menyatakan hari Natal 25 Desember tersebut adalah hari libur Nasional.
  2. Maka jika Natal diadakan tanggal 25 Desember, ditakutkan perayaan Natal tersebut tidak akan semarak akibat sebagian umat sudah berlibur (pulang kampung).
  3. Agar pada tanggal 25 Desember tersebut dapat merayakan Natal dengan anggota keluarga tercinta (pulang kampung).
Dengan beberapa alasan tersebut umat melaksanakan Natal sebelum tanggal 25 Desember, sehingga Natal lingkungan, tempat kerja, kantor, instansi untuk mengantisipasi ketidaksemarakan (meriah) acara Natal yang akan diselenggarakan. 
Padahal jika hanya untuk berlibur atau merayakan Natal bersama anggota keluarga sebenarnya masih dapat dilakukan sesudah tanggal 25 Desember, malam Tahun Baru, atau paling tidak saat Tahun baru tiba.

Mengambil Sikap

Jika lingkungan tinggal atau kantor dimana kita bekerja menyelenggarakan perayaan Natal "Ekumenis" bersama anggota jemaat kristen non-katolik, lalu bagaimana kita harus menyikapi hal itu?
Menolak hadir perayaan Natal pasti tidak mungkin, karena sebagai anggota lingkungan ataupun pegawai di tempat kerja, menolak hadir maka bisa saja “dikucilkan” dan dianggap tidak toleran dengan semangat kebersamaan kristiani.
Memutuskan hadir dalam perayaan Natal tersebut, sekalipun secara nurani meyakini itu belum saatnya (membuat perasaan hati tidak nyaman).

Jika keadaan mengharuskan untuk mengadiri undangan Natal sebelum tanggal 25 Desember, maka setidaknya maknailah di lubuk hati yang terdalam, bahwasanya ini "perayaan penyambutan Natal" dan tidak melibatkan diri secara langsung (ikut menjadi panitia, pembawa acara, pengisi acara, pengurus ataupun seksi-seksi yang terlibat di dalam kegiatan tersebut).

Renungan :

Apakah aku sungguh-sungguh menyediakan tempat bagi Kristus di dalam hidup ku, di dalam hati ku? Ataukah hidup ku terlalu penuh sesak dengan urusan lain dalam menyambut Kristus?
Apakah hatiku telah penuh dengan kegembiraan dan kecemasan ku sendiri?
Penuh keinginan memperoleh kemewahan atau kenikmatan dunia?
Sehingga  tiada tempat lagi bagi Kristus, seperti yang terjadi di Betlehem pada malam itu?

Kelahiran Kristus menunjukkan kepada kita, bahwa hidup kita sekarang ini ada maknanya. Makna hidup kita itu ialah "adanya keterlibatan Allah dalam hidup kita".